Minggu, 20 November 2011

Zombie Attack


Pagi itu semuanya tampak biasa saja, Aya pun datang ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Namun tidak seperti biasanya, sekolah tampak sepi sekali. Aya datang ke kelas dan di kelas pun hanya ada beberapa murid. Aya pun bertanya kepada temannya “ Eh ada apa sih hari ini ? Rasanya ada yang aneh”  Tanya Aya kepada temannya Iam. “ Ga ada apa-apa ko” jawab Iam sambil mengobrol dengan Emi. Bel masuk berbunyi, semua murid dikelas pun langsung duduk dengan rapi dibangkunya masing-masing. Aya pun semakin bertanya-tanya dalam hatinya “Ada apa sih ini ? Ga biasanya teman-teman langsung duduk dengan rapi”.
          Suasana di kelas pun hening, tetapi tidak ada satu guru pun yang masuk ke kelas. Aya pun memutuskan untuk tidur karena semalam ia tidur sangat larut. Ia pun tertidur di meja. Tiba-tiba Iam dan Emi datang “Aya… Aya… bangun!!!”, sambil membangunkan Aya. Aya pun terbangun dan berkata “Apa ?”. Sekolah kita diserang!!! kata Iam sambil ketakutan. Diserang apa ?, jawab Aya. Diserang zombie!! jawab Emi dengan nada ketakutan. ”Masa sih zaman sekarang ada zombie ?”, lanjut Aya. Liat aja kalo ga percaya. Mereka bertiga pun mengintip keluar kelas dan ternyata di lapangan sekolah sudah dipenuhi oleh beberapa zombie.
          Mereka bertiga pun panik dan ketakutan. Mereka bersembunyi dibelakang kelas. “Yang lain pada kemana ?” tanya Aya kepada Iam dan Emi. “Sebagian ada yang sudah pulang dan mungkin masih ada beberapa siswa yang lagi bersembunyi kaya kita” jawab Emi. Iam pun mulai menangis karena ketakutan. Emi pun mulai kesal mendengar tangisan Iam dan mulai marah-marah. Aya pun langsung mengentikan mereka berdua. “Sudah cukup, sekarang kita harus membuat rencana supaya bisa keluar dari sekolah ini”. Mereka pun memikirkan caranya. Ketika sedang berdiskusi, ada satu zombie yang berusaha mendobrak pintu kelas. Mereka panik. Iam dan Emi berusaha untuk menahan pintu tersebut sedangkan Aya mencari benda tajam untuk membunuh zombie tersebut. Aya pun menemukan penggaris besi dan obeng. Iam dan Emi sudah tidak kuat lagi menahan pintu tersebut karena tenaga zombie tersebut lebih kuat. Emi pun sudah marah-marah kepada Aya karena lama mencari benda.
          Karena Iam dan Emi sudah tidak kuat lagi, zombie tersebut pun berhasil masuk ke kelas dan mengejar Iam. Aya pun langsung menusuk kepala zombie tersebut dengan obeng dan Emi memukul zombie tersebut dengan benda tumpul. Zombie itu pun mati. Mereka merasa lega, namun tanpa mereka sadari para zombie yang berada di lapangan sedang berjalan mendekati mereka. Mereka pun langsung berlari menghindari zombie yang jumlahnya lebih banyak. Aya dan kawan-kawan berusaha mencari teman-teman mereka yang mungkin masih berada di dalam sekolah. Namun tidak ada tanda-tanda dari keberadaan mereka. Aya dkk pun menyadari bahwa disekolah itu hanya ada mereka bertiga dan para zombie.
          Mereka berhasil menghindar dari kejaran para zombie tersebut dan bersembunyi di kelas paling atas. Mereka pun mencari benda-benda yang bisa melindungi mereka. Mereka hanya bisa pasrah menunggu ada yang  datang menyelamatkan mereka. Namun Emi tidak mau menunggu dan diam saja. Emi berusaha keluar dari kelas tersebut dan berlari kelapangan dengan hanya membawa benda tumpul sebagai senjatanya. Meskipun Aya dan Iam melarang Emi untuk pergi namun Emi tetap saja pergi. Sekarang hanya tinggal Aya dan Iam. Mereka berdua sedih karena tahu Emi pasti tidak akan bisa melawan zombie-zombie tersebut yang jumlahnya jauh lebih banyak dari Emi. Aya dan Iam pun hanya bisa berdoa dan pasrah. Namun setelah beberapa lama para zombie mengetahui keberadaan Aya dan Iam dan langsung mengejar mereka. Iam tertangkap oleh para zombie. Dan sekarang hanya tinggal Aya sendiri, ia pun terus berlari. Ketika menuruni tangga Aya terpeleset dan ia pun terjatuh ke bawah. Ia pun hanya bisa pasrah karena zombie-zombie tersebut sudah dekat dengannya. Aya pun pingsan karena luka parah akibat jatuh.
          Tidak lama kemudian ada yang memanggil nama Aya. “Aya…Aya… bangun ya!!”. Aku pun sangat senang karena merasa ada orang yang datang menyelamatkan ku. Aku pun melihat orang tersebut dan ternyata itu Ibuku. Aku pun langsung bangun dan ketika sadar ternyata aku berada di kamarku. Aku pun bingung dan bertanya kepada Ibuku “Bu, zombie-zombie  itu kemana ?”, “Zombie apaan ? dari tadi tidak ada zombie ko mungkin tadi kamu bermimpi”, jawab Ibu. Aku pun sadar bahwa tadi aku hanya bermimpi, dan aku pun merasa lega karena ternyata peristiwa tadi hanyalah bunga tidurku. “Makannya kamu jangan suka tidur malam dan menonton film zombie akibatnya ketika tidur kamu gelisah dan bermimpi buruk”, nasihat Ibu kepada Aya. “Iya bu Aya ga bakalan tidur malam lagi”, jawab Aya kepada Ibu.  

0 komentar:

Posting Komentar